“So which of the favors of your Lord would you deny?” – (Noble Qur'an - Surat Ar-Rahman 55:19-21)

Something

[20 Juli 2014]
Bismillah..
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Oh men, ini sudah tulisan ke empat!!!!!
Saya akan menulis secara singkat.
Ini tentang obrolan saya dengan dua orang teman saya Miss akasia dan Miss trembesi (HAHA demi allah ini topic PL hahahaha)
PS : tidak ada maksud tertentu, hanya menuliskan apa yang ingin saya tuliskan dan yah tentu saja ini rumah saya, saya bebas melakukan apapun di sini! :) thanksss

            Berbicara tentang L. O. V. E
Ya Allah maafkan rena T^T
What is love? Oh saya tidak berani berbicara tentang hal ini sebenarnya. Jadi tolong dijawab sendiri. Tentu saja kalau anda mengetahuinya.

Iya tentu saja, setiap orang pernah merasakan hal ini, oh setidaknya ada yang namanya “desiran di dalam dada” ketika melihat dengan sengaja atau tidak sengata crush kita. Saya yakin semua orang pernah mengalaminya. Ini fitrah manusia. Sunatullah. So yaa. Anda tidak bisa menolak, yang anda perlu lakukan adalah menahan. Why? Tentu saja karena “laa taqrobu ziina”. Banyak orang yang secara tidak sengaja saya merasakan “desiran” itu, tentu saja, saya normal. Tapi ya itu kadang hanya perasaan saya, perasaan senang ketika melihat, lama-lama kepikrian dst. No. Jangan sampai terjadi karena ketika itu terjadi di sinilah setan masuk.  Menggoda dengan pikiran-pikiran jahat mereka. Saya jadi ingat kata-kata teman saya yang juga kata-kata seseorang
            “ Banyak orang yang sengaja dihadirkan di dalam hidup kita hanya untuk menguji kita…”
Menguji apa? Menguji iman kita tentu saja, apakah kita masih istiqamah? Dan yah banyak di sekitar saya yang masih berbicara “tapi ren, kita kan harus kenal dulu sebelum keta nikah sama sesorang..” “tapi ren.. kita juga kan harus pilih-pilih..” “tapi ren,, kita kan harus nyari sendiri…” sangat banyak tapi.

Ow! Untuk pertama kalinya saya berbicara tentang hal ini!
Saudaraku…
Jodoh. Hidup. Mati. <- ini urusan Allah.
Mati, apakah kita mencari sendiri kapan kita mati? Tidak kan? Yah kecuali yang hilang akal sehatnya lalu bunuh diri
Hidup. Apakah kita yang menentukan kapan kita hidup, kapan kita lahir? Tidak, tentu saja.
Begitu pun dengan jodoh. Sesorang yang sekarang dekat dengan kita belum tentu dia yang akan kita nikahi, belum tentu dia yang menjadi jodoh kita. Begitupun dengan orang yang sekarang kita tidak ketahui, tidak kita kenal, belum tentu dia tidak menjadi jodoh kita.  Jodoh kita akan keluar dari pintu yang tidak kita sangka. Bagi orang yang percaya, yang beriman dengan sesungguh-sungguhnya iman akan selalu berpegang pada “Orang yang baik akan mendapatkan sesorang yang baik pula” begitu pun sebaliknya.
            Jadi simplenya apa yang harus kita lakukan? Wanita itu tugasnya menunggu. Tentu saja bukan tidak melakukan apa-apa. Menunggu dengan cara terus memperbaiki diri, merawat jasmani dan ruhani. Ya know ketika saya berbicara “orang baik” maksudnya baik secara fisik, akhlak, agama setidaknya tiga ini. Jadi yah saya selama ini selalu berpikir bahwa ketika saya melakukan suatu perawatan terhadap fisik saya, saya lakukan ini untuk suami saya nanti yah selain untuk merawat pemberian Allah. Bukan untuk ditunjukan kepada orang lain yang bukan makhramnya. Dan yah, seluruh muslimah yang menutup rapih aurat mereka melakukan hal yang sama.
            Betapa beruntungnya seorang laki-laki yang mendapatkan seorang wanita sholehah T^T…

Saya bukan – setidaknya belum – menjadi seseorang yang baik itu. Yah tapi seperti kata murobbiah saya “eh.. ingat semua yang kita lakukan hanya untuk mencari ridha Allah” iya ini motto hidup saya dan tidak akan pernah berubah.
Sekali lagi, jari saya mengetik sendiri. Saya tidak berniat menulis kata-kata di atas sejujurnya, dan sekali lagi saya mengambil pelajaran dari tulisan saya sendiri.

Sudahi sudahi~~!
Semoga bermanfaat!

Bye bye!

Comments

Popular Posts