Something
[20 Juli 2014]
Bismillah..
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Oh men, ini sudah tulisan ke empat!!!!!
Saya akan menulis secara singkat.
Ini tentang obrolan saya dengan dua orang teman saya Miss akasia dan
Miss trembesi (HAHA demi allah ini topic PL hahahaha)
PS : tidak ada maksud tertentu, hanya menuliskan apa yang ingin saya tuliskan dan yah tentu saja ini rumah saya, saya bebas melakukan apapun di sini! :) thanksss
Berbicara tentang L. O. V. E
Ya Allah maafkan rena T^T
What is love? Oh saya tidak berani berbicara tentang hal
ini sebenarnya. Jadi tolong dijawab sendiri. Tentu saja kalau anda
mengetahuinya.
Iya tentu saja, setiap orang pernah
merasakan hal ini, oh setidaknya ada yang namanya “desiran di dalam dada”
ketika melihat dengan sengaja atau tidak sengata crush kita. Saya yakin
semua orang pernah mengalaminya. Ini fitrah manusia. Sunatullah. So yaa. Anda
tidak bisa menolak, yang anda perlu lakukan adalah menahan. Why? Tentu saja
karena “laa taqrobu ziina”. Banyak orang yang secara tidak sengaja saya
merasakan “desiran” itu, tentu saja, saya normal. Tapi ya itu kadang hanya
perasaan saya, perasaan senang ketika melihat, lama-lama kepikrian dst. No.
Jangan sampai terjadi karena ketika itu terjadi di sinilah setan masuk. Menggoda dengan pikiran-pikiran jahat mereka.
Saya jadi ingat kata-kata teman saya yang juga kata-kata seseorang
“
Banyak orang yang sengaja dihadirkan di dalam hidup kita hanya untuk menguji
kita…”
Menguji apa? Menguji iman kita tentu saja,
apakah kita masih istiqamah? Dan yah banyak di sekitar saya yang masih
berbicara “tapi ren, kita kan harus kenal dulu sebelum keta nikah sama
sesorang..” “tapi ren.. kita juga kan harus pilih-pilih..” “tapi ren,, kita kan
harus nyari sendiri…” sangat banyak tapi.
Ow! Untuk pertama kalinya saya berbicara
tentang hal ini!
Saudaraku…
Jodoh. Hidup. Mati. <- ini urusan Allah.
Mati, apakah kita mencari sendiri kapan
kita mati? Tidak kan? Yah kecuali yang hilang akal sehatnya lalu bunuh diri
Hidup. Apakah kita yang menentukan kapan
kita hidup, kapan kita lahir? Tidak, tentu saja.
Begitu pun dengan jodoh. Sesorang yang
sekarang dekat dengan kita belum tentu dia yang akan kita nikahi, belum tentu
dia yang menjadi jodoh kita. Begitupun dengan orang yang sekarang kita tidak
ketahui, tidak kita kenal, belum tentu dia tidak menjadi jodoh kita. Jodoh kita akan keluar dari pintu yang tidak
kita sangka. Bagi orang yang percaya, yang beriman dengan sesungguh-sungguhnya
iman akan selalu berpegang pada “Orang yang baik akan mendapatkan sesorang yang
baik pula” begitu pun sebaliknya.
Jadi
simplenya apa yang harus kita lakukan? Wanita itu tugasnya menunggu. Tentu saja
bukan tidak melakukan apa-apa. Menunggu dengan cara terus memperbaiki diri,
merawat jasmani dan ruhani. Ya know ketika saya berbicara “orang baik”
maksudnya baik secara fisik, akhlak, agama setidaknya tiga ini. Jadi yah saya
selama ini selalu berpikir bahwa ketika saya melakukan suatu perawatan terhadap
fisik saya, saya lakukan ini untuk suami saya nanti yah selain untuk merawat
pemberian Allah. Bukan untuk ditunjukan kepada orang lain yang bukan
makhramnya. Dan yah, seluruh muslimah yang menutup rapih aurat mereka melakukan
hal yang sama.
Betapa
beruntungnya seorang laki-laki yang mendapatkan seorang wanita sholehah T^T…
Saya bukan – setidaknya belum – menjadi
seseorang yang baik itu. Yah tapi seperti kata murobbiah saya “eh.. ingat
semua yang kita lakukan hanya untuk mencari ridha Allah” iya ini motto
hidup saya dan tidak akan pernah berubah.
Sekali lagi, jari saya mengetik sendiri.
Saya tidak berniat menulis kata-kata di atas sejujurnya, dan sekali lagi saya
mengambil pelajaran dari tulisan saya sendiri.
Sudahi sudahi~~!
Semoga bermanfaat!
Bye bye!
Comments
Post a Comment