“So which of the favors of your Lord would you deny?” – (Noble Qur'an - Surat Ar-Rahman 55:19-21)

[30 Minutes Challenge] Fifthteen

Wahai Allah yang Maha menggenggam hati, tetapkanlah hatiku di jalanmu. selalu.



Rapat kemarin pagi rasanya meninggalkan jejak lebih dalam dibandingkan dengan rapat-rapat sebelumnya. Seakan membangunkan jiwa yang terlelap, mengagetkan nurani ah- mungkin lebih tepatnya membangkitkan nurani.

Bahasannya tidak lain tentang 8 Fitrah dan Golden Time. Bahasan tentang Golden time, membuat saya berpikir ulang, tentang banyak hal dan mulai banyak pertanyaan tercipta. Apakah selama ini saya sudah hidup dengan semestinya? apakah saya sudah hidup dengan baik.

Pada dasarnya, Golden time itu diartikan sebagai 5 waktu sholat, 5 waktu dalam sehari untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan sang rabb. 5 waktu utama dalam hidup, seharusnya. 
5 waktu yang wajibnya kita prioritaskan, dibandingkan waktu-waktu lainnya. 5 waktu sang Khaliq memanggil, menyeru, untuk segera datang kepadanya.

Golden time, yang alangkah bodohnya diri ini kadang masih banyak melupakan bahwa waktu-waktu ini adalah emas. tak kan terganti, waktu terbaik, berpadu kasih dengan sang pencipta.

Dewasa ini, seharusnya selain dari golden time menjadi ladang ibadah tambahan bukan malah diutamakan. Merugilah orang-orang yang mengutamakan yang tambahan dibandingkan yang Golden.

Kita sudah sering mendengar kata Gadzwul Fikri, perang pemikiran. Entah kenapa, ini membuat saya berpikir ulang mengenai konsep dasar perang pemikiran. Sebuah konsep cantik, yang memungkinkan umat Islam melupakan Golden Time, membuat Umat Islam kehilangan waktu bersama Rabbnya, yang menyebabkan melunturkan Fitrah Keimanannya. 

Harian kita disibukkan dengan hal-hal duniawi, dengan mudahnya melewatkan Golden Time untuk apa? kebahagiaan dan kesenangan diri? kepuasan diri? tidak sadarkah kita bahwa Allahlah yang memberikan semua rasa itu? tidak sadarkah kita bahwa Allahlah yang mencukupi kehidupan kita? Allahlah yang akan membuat kita bahagia. 

ah Golden Time, mengingatkan saya kembali tujuan penciptaan manusia: 

 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْن

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS 51:56)

Kadang kita lupa, hidup ini hanya titipan. Allah memberikan kita kesempatan, agar kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk beribadah kepadanya. Bukan, bukan karena Allah butuh ibadah kita. Tapi karena kita, kita yang butuh Allah. Allah yang menggenggang hidup kita, lalu kenapa kita beribadah? mengutip sabda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi wassalam saat Aisyah R.A bertanya, kenapa Beliau bersusah-susah Shalat, sampai kakinya bengkak padahal sudah didapatkan kepastian bahwa Rasulullah bersih dari dosa dan sudah dijaminkan surga?

أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أكُونَ عَبْداً شَكُوراً؟

"Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang banyak bersyukur?"

Ah, Manusia, memang sangat banyak lupa nya. mungkin itulah alasan kenapa kita dianjurkan berkumpul dengan orang-orang sholeh? setidaknya agar bisa salin mengiangatkan dan menguatkan.

Comments

Popular Posts