“So which of the favors of your Lord would you deny?” – (Noble Qur'an - Surat Ar-Rahman 55:19-21)

Sampah dan Tempat Sampah

Bismillah..
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“You know garbage? I know the answer is definitely yes. But. Do you understand what the meaning of garbage? If you don’t know, let  me tell ya~ It is a place that You should throw your unuseful-trash-everything unwanted things - in.”


            Akhirnya saya menulis ini. SAMPAH.
Sudah semenjak SMA saya ingin menulis hal ini. Sampah. Bukan dalam arti berbeda tapi sampah dalam arti sesungguhnya. Keiinginan saya menulis tentang hal ini menjadi sangat-sangat-sangat besar ketika saya–temporary- hidup di kota ini. Dimana sampah menjadi salah satu menyebab timbulnya bencana tahunan so called banjir. Keinginan lain juga didukung oleh kakak saya. /tolong jangan anggap ini negatif/
Kejadian bermula ketika kami sekeluarga anak-anak si Mamah pergi bersama, anggap saja hanya untuk jalan-jalan cari angin, yang berujung membeli es krim lalu pulang. Eskrim dimakan saat perjalan pulang /let me cry, this story is really unnecessary/. Untuk memakan eskrim yang kita sebut cornet* kita haru membuka atasnya dan membuangnya bukan? Hal ini yang dilakukan kakak saya. So, What is wrong wif that? Oh I forgot to mention that He thrown that cover /or so whatever called/ outside the car by rolling down the window. Saya marah So I was telling him to keep that trash inside and throw it later. Sebenarnya ceritanya tidak seperti ini tapi saya membuatnya lebih simple.
Maksud saya begini. Kenapa saya marah ketika sampah itu dibuang? Tentu saja itu akan menyebabkan bertambahnya volume sampah di jalan yang sama dengan ruang publik. Tempat di mana yang hidup di situ bukan hanya kita atau kamu atau dia seorang, tapi orang banyak. Maybe you can be careless, but do you thing other people will think the same? Mungkin kita sering mendengar hal ini “Kamu melakukan hal itu = 1000 orang lainnya mungkin melakukan hal yang sama” . Jadi jangan pernah berpikir hanya anda yang melakukannya sehingga itu tidak akan menjadi masalah besar. Coba pikirkan, kalau ada 1000 orang yang berpikiran sama seperti anda melakukan hal yang sama, di tempat yang sama akan menjadi apa ruang publik kita?
Sampah plastik. Plastik = tidak bisa didegradasi secara alami, setidaknya butuh waktu puluhan tahun untuk mendegradasi sampah plastic kecil seperti bungkus permen. Anda bisa menyimpan sampah plastik kecil yang kita sebut bungkus permen itu ke dalam saku anda atau ke dalam tas anda dan membuangnya ketika anda menemukan tempat sampah. Saya piker ini bukan hal yang sulit. Begitupun dengan sampah lain yang lebih besar. Bungkus yang lebih besar bisa anda lipat terlebih dahulu jika anda tidak menemukan tempat sampah. Kenapa selalu ‘buanglah sampah pada tempatnya’?. Karena sampah dan tempat sampah adalah keluarga. Tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan mereka kecuali orang-orang so called stupid who thinks that garbage is all around public room. Sepeti layaknya kita, kemanapun kita pergi, dengan siapapun kita pergi, seberapa lamapun kita pergi akan berujung dengan kata pulang ke rumah. Rumah untuk sampah adalah tempat sampah. That’s it,
            Sekecil apapun sampah akan tetap menjadi sampah. Sekarang, mari kita memulai untuk menghargai orang lain dengan cara menghargai diri kia sendiri. Harga diri anda tidak akan turun karena anda menyimpan sampah lalu mebuangnya ke tempat yang benar. Sebaliknya harga diri anda akan turun ketika anda membuang sampah sembarang. I am not saying this for nothing. Ketika anda berpikir menyimpan sampah dari pada membuangnya sembarangan adalah hal yang tidak cool. Coba lihat kembali otak anda mungkin ada yang salah. The ‘cool’ thing is doing anything right, not doing anything you want to but hurt everyone else. Kenapa saya katakana hurt everyone else? Karena, setidaknya ketika anda melihat sampah berserakan anda merasa tidak nyaman bukan?.
            So Please, from now on put/throw the trash on to Its place. Don’t make yourself look so stupid by placing trash everywhere you want. And yes, do it everywhere, anytime, and in any conditions. You only live once, don waste your time but hurting other people. And this is the last lets change the world to be a better place for the sake our life, our children’s life, our grandchild’s life by do the little thing called throwing the trash to the right place.


Oke ini sepertinya tidak sesuang dengan apa yang Saya pikirkan. Pertama-tama Saya harus meminta maaf kepada kakak saya karena telah mencemarkan nama baiknya- Boy, I love you tapi tidak dengan kelakuan –membuang-sampah-sembarangn. Jujur saja, saya pernah menegur orang yang tidak sama sekali saya kenal karena dia membuang sampah sembarang. Setiap orang menginginkan lingkungannya bersih but people please watch your attitude. Beginilah saya, membuang sampah sembarangan adalah salah satu musuh terbesar saya. memang hadist yang  mengatakan “kebersihan sebagian dari iman” adalah tidak shahih. Tapi itu tidak berarti anda boleh mengotori lingkungan anda. Please excuse my-poor-bad-not so good English. I am still learning. As you know, I hate ma self for not doing good wif my English lessons in school.
Whoops!


Comments

Popular Posts