“So which of the favors of your Lord would you deny?” – (Noble Qur'an - Surat Ar-Rahman 55:19-21)

[TULISAN] Me? Regret. Nothing

Bismillah…
Dengan nama Allah yang maha Pengasih maha penyayang
16 Februari 2015, 12:09 PM




Berbicara masalah malas.
Baru saja beberapa jam yang lalu saya dan teman-teman berdiskusi. Bukan tentang masalah malas itu memang. Kami berbicara tentang penelitian, tugas akhir kami. Mendekati akhir diskusi, salah satu teman kami berbicara tentang pesan yang dia dapat dari dosen pembimbingnya. Malas pangkal gila. Pesan simple yang semua orang mengerti. Tetapi sepenggal kalimat ini berhasil menampar saya. Tamparan keras yang mempu membangunkan saya.
Selama ini saya mengutuk diri saya sendiri. Terlalu banyak kesalahan yang saya lakukan. Tetapi saya terlalu keras kepala untuk menyesali. Tentu saja karena moto bodoh saya “Saya tidak akan pernah menyesal atas semua keputusan yang saya ambil”. Saya pikir penyesalan bukan jalan keluar terbaik untuk itu saya tidak mengambilnya alih-alih saya berjalan terus dengan apa yang ada sekarang. Terdengar bodoh, saya tahu. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, roda kehidupan tidak akan berhenti walaupun saya hanya diam. Roda akan berputar lebih cepat kalau saya bergerak yang berarti semakin cepat pula saya sampai di tujuan saya.
Ah, hidup. Siapa yang menyangka hidup akan seperti ini. Setiap langkah yang berayun selalu mengingatkan saya akan arti hidup yang baru. Setiap detik yang berjalan membuat saya mengerti kenapa saya hidup. Setiap napas yang berhembus mengingatkan saya untuk siapa saya hidup. Setiap janji ang diucapkan pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Mengingatkan saya akan berapa banyak janji yang harus saya penuhi. Semangat ini tak akan pernah padam sampai hari nanti, di saat saya tak mampu lagi menuliskan kata-kata di lembar putih ini.

Apalah saya ini hanya bisa menuliskan apa yang terlintas dipikiran tanpa bisa menyuarakannya. Apalah saya ini hanya bisa berjuang untuk memenuhi janji-janji yang terlanjur diucapkan. 

Comments

Popular Posts